-->

Susah Mengatur Keuangan Anda? Tips Ini Cocok Untuk Anda Yang Masih Lajang

Advertisement

Ketidakmampuan mengatur keuangan menyebabkan munculnya banyak masalah. Tidak jarang terdengar bahwa banyak wanita lajang yang mengeluh karena kehabisan menjelang akhir bulan. Tidak jarang pula terdengar bahwa harus meminta uang pada orang tua atau meminjam pada teman-teman mereka.

Sebenarnya, pengelolaan keuangan tidak hanya berlaku bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga untuk wanita yang masih melajang. Berikut beberapa cara mengelola keuangan untuk anda yang masih lajang :

Susah Mengatur Keuangan Anda? Tips Ini Cocok Untuk Anda Yang Masih Lajang


1. Pikirakan Kebutuhan Jangka Panjang
Anda bisa boros karena ketika berbelanja, anda lebih banyak mengiktuti perasaan dan emosi daripada akal sehat. Apalagi dengan status anda yang masih single. Status itu seakan-akan membuat anda tidak merasa bersalah untuk membelanjakan uang semau anda karena belum memiliki tanggungan. Untuk mengurasi sifat boros tersebut, hal yang perlu anda lakukan adalah mengingat bahwa meskipun anda masih single, bukan berarti anda tidak perlu memikirkan kebutuhan jangka panjang. Coba pikirkan apa sih tujuan atau goal finansial anda untuk jangka panjang? Apakah itu untuk menikah, memiliki rumah, membeli mobil atau apapun itu. Dari situ anda bisa memulai untuk menyisihkan pemasukan untuk dipersiapkan bagi goal jangka panjang anda tersebut.

2. Buat Daftar Jangka Panjang
Buatlah daftar kebutuhan anda sehari-hari. Tiap bulannya apa saja sih yang anda butuhkan? Buatlah skala prioritas mana saja yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan mana yang masih bisa ditunda. Coba kroscek dengan yang anda lakukan beberapa waktu belakangan. Bila ternyata masih banyak hal yang kurang penting yang justru anda belanjakan, waktunya sekaranglah untuk mulai berbenah. Buatlah komitmen dan disiplinkan diri untuk menjalankan program pembenahan tersebut. Sekali lagi, jangan biarkan lapar mata serta rasa emosi menguasai diri anda. Bila Suatu ketika anda merasa begitu ingin memiliki suatu barang yang sebenarnya tidak perlu penting dan urgent, maka segera jauhilah tempat dimana anda bisa mendapatkan barang tersebut.

3. Investasikan Sebagian Gaji
Ivestasi yang cocok bagi seorang wanita karier tentunya harus sejalan dan sesuai dengan tujuan finansial yang ingin dicapai. Namun, bagi seorang wanita muda yang belum menikah, ada baiknya berinvestasi pada instrumen-instrumen investasi yang walaupun beresiko tinggi untuk jangka panjang, akan memberikan imbal hasil yang relatif tinggi. Untuk itu bisa dipilih reksadana yang berbasis pasar saham ataupun dana campuran. Sebagai diversifikasi investasi, bisa di pilih untuk berinvestasi logam mulia. Bagi yang bertipikal lebih moderat, maka dapat memilih juga investasi dalam obligasi ritel ataupun sukuk ritel.

4. Jaga Mata dan Jaga Hati
Maksudnya adalah jangan biarkan rasa emosi dan nafsu untuk menghabiskan uang begitu menguasai diri anda. Bila ternyata anda merupakan pribadi yang cenderung lemah dalam mengontrol kedua hal tersebut, hindari untuk sering-sering berkunjung ke pusat perbelanjaan ataupun membicarakan hal-hal ynag bersifat konsumtif.

5. Buatlah Daftar Kebutuhan Sehari-hari
Dari situ anda bisa menakar berapa sih kebutuhan anda sebenarnya. Cari tahu juga komitmen dan disiplin. Daftar kebutuhan serta proyeksi jangka panjang. Anda hanya akan menjadi kenangan seandainya anda tidak pernah bisa berkomitmen dan mendisiplinkan diri dalam menjalankan program yang anda buat sendiri.

6. Atur Prioritas
Pada dasarnya, semua wanita baik yang masih lajang maupun yang sudah menikah, memiliki metode mengatur keuangan yang sama. Adapun hal-hal yang membedakannya adalah prilaku belanja mereka. Misalnya, ada wanita yang suka berbelanja secara aktif, sementara ada wanita lain yang lebih suka menghabiskan uangnya dalam bentuk investasi. 

Pertanyaan yang sering muncul adalah : 
  • Kemana saja saya akan menghabiskan seluruh uang saya?
  • atau, Harus kemana saja saya habiskan uang saya?
Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, pertama-tama, anda harus mengenali pos pengeluaran rutin anda. Secara umum, terdapat empat macam post pengeluaran, yaitu biaya hidup (listrik, makan, transportasi dan lainnya), premi asuransi, tabungan rutin dan cicilan utang. 

Setelah mengetahui keempat pos ini, tanyakan pada diri anda sendiri pos mana yang anda harus dahulukan. Jawabannya adalah membayar cicilan utang, menabung dan membayar premi asuransi. Sisanya baru digunakan untuk mebiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Jika anda bisa menempatkan prioritas seperti ini, tidak akan sulit bagi anda untuk menabung dan membayar hutang atau menyiapkan dana pensiun karena semua itu diambil sebelum anda menggunakannya untuk kebutuhan hidup.

Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Susah Mengatur Keuangan Anda? Tips Ini Cocok Untuk Anda Yang Masih Lajang

Advertisement
Advertisement

0 komentar:

Post a Comment

> Komentar yang Anda kirim sepenuhnya dimoderisasi oleh Admin.
> Komentar yang mengandung Link aktif (spam) akan kami hapus
> Tidak Perlu Menulis Nama Blog Anda Disini, Saya Pasti Kunjungi Blog Anda
.

Advertiser