Buah dan Sayur Terbukti Dapat Memperlambat Penuaan Dini

author photo
Advertisement
Buah dan Sayur Terbukti Dapat Memperlambat Penuaan Dini - Jika Anda ingin menunda tanda-tanda penuaan, penelitian baru menunjukkan cara yang sederhana, yaitu makan sayur dan buah dengan warna hijau. Dengan makan lebih banyak brokoli, kubis dan alpukat misalnya, Anda bisa menangkal tanda-tanda penuaan.

Senyawa utama NMN (nicotinamide mononukleotida) yang terdapat di buah dan sayuran hijau membantu memperlambat tanda-tanda penuaan fisik dan dapat meremajakan metabolisme. Hasil ini didapati setelah peneliti melakukan percobaan pada hewan. Konsumsi buah dan sayuran hijau dinilai mampu mengurangi tanda-tanda khas dari penuaan seperti masalah otot, fungsi hati yang buruk, kepadatan tulang yang lebih rendah, dan penurunan fungsi mata. Termasuk memburuknya insulin, fungsi kekebalan tubuh, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik.

Buah dan Sayur Terbukti Dapat Memperlambat Penuaan Dini

Profesor Dr Shin-Ichiro Imai di Washington University School of Medicine di St Louis mengungkapkan cara untuk memperlambat penurunan fungsi fisiologis yang terihat pada penuaan tikus. Tikus yang lebih tua memiliki metabolisme dan tingkat energi yang menyerupai tikus muda. Dia mengatakan, langkah berikutnya adalah untuk melaksanakan uji klinis pada manusia di Jepang, untuk menguji keamanan NMN.

Co-penulis senior asisten profesor Dr Juni Yoshino mengatakan, "Namun ketika kami memberikan NMN ke tikus muda, mereka tidak menjadi tikus muda yang lebih sehat. Suplementasi NMN tidak berpengaruh pada tikus muda, karena mereka masih membuat banyak NMN dalam tubuh mereka sendiri.”

Studi juga menemukan, tikus tua yang diberi NMN mengalami kenaikan berat badan stabil walaupun mereka mengonsumsi lebih banyak makanan. Ini mungkin karena metabolisme menghasilkan lebih banyak energi untuk aktivitas fisik. Tikus tua juga memiliki fungsi retina yang lebih baik, serta peningkatan produksi air mata, yang berkurang seiring dengan penuaan.

Tak hanya itu, buah dan sayur juga sangat baik untuk membantu menurunkan berat badan atau kegemukan pada seseorang. Itu sebabnya, banyak pakar ahli nutrisi dan gizi menyarankan untuk menjaga pola makan sehat setiap harinya. Dokter juga menyarankan untuk memperbanyak makan sayur dan buah-buahan dibanding makanan berlemak tinggi. 

Seperti disampaikan oleh Ahli nutrisi dr Rita Ramayulis, DCN, M. Kes, konsumsi sayur dan buah-buah memang sangat membantu penurunan berat badan. Rita juga menjelaskan, sayur dan buah-buahan merupakan sumber serat. Tinggnya serat dapat menurunkan indeks glikemiks setelah konsumsi makanan. Dengan demikian, kenaikan insulin tidak langsung melonjak. 

Selain itu, serat pada sayur juga dapat memperbesar volume lambung, sehingga membuat rasa kenyang menjadi lebih lama. Lebih dari itu, ternyata sayuran dan buah juga membantu menangkap kelebihan lemak yang telah kita konsumsi. Bahkan, jika konsumsi serta yang larut dalam air, bisa memutus siklus pembentukan kolesterol. Hal ini dapat menjaga kadar kolesterol agar tidak terlalu tinggi. Tak hanya kaya akan serat, sayur dan buah-buahan tertentu mengandung vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Adanya vitamin dan mineral tersebut juga dapat menjaga keseimbangan hormon leptin, yaitu hormon yang merangsang rasa lapar dan kenyang.

Perlu diketahui, takaran konsumsi sayur yang mudah adalah 50 persen dari piring makan. Sisanya, 25 persen piring makan diisi dengan protein dan 25 persen lainnya adalah karbohidrat. Makan sayur dan buah harus 4 sampai 5 porsi sehari, bukan selembar atau dua lembar. 

Lebih dari itu, buah dan sayur memang telah lama diketahui sangat baik untuk kesehatan. Seperti baru-baru ini, sebuah studi berskala besar mengungkapkan, bahwa konsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang cukup secara substansial dapat mengurangi risiko kematian. Para peneliti menganalisis kebiasaan makan pada lebih dari 65.000 orang di Inggris antara tahun 2001 sampai 2003. Mereka menemukan, orang yang makan tujuh atau lebih porsi buah dan sayuran segar memiliki risiko kematian 42 persen lebih rendah pada usia berapapun dibandingkan rekan mereka yang makan dalam porsi lebih sedikit.

Studi yang dimuat didalam Journal of Epidemiology and Community Health tersebut menemukan, risiko kematian berkurang 36 dengan makan lima hingga tujuh porsi buah dan sayur sehari. Sementara itu, risiko tersebut berkurang 29 persen dengan makan tiga hingga lima porsi, dan 14 persen dengan makan satu hingga tiga porsi dalam sehari. Kendati demikian, studi tidak membuktikan bahwa makan buah dan sayur dalam jumlah banyak menekan risiko kematian. Studi hanya menemukan hubungan antara konsumsi produk segar dan risiko kematian yang lebih rendah.

Para peneliti mengatakan, konsumsi tujuh atau lebih porsi buah dan sayur mengurangi risiko kematian dari penyakit jantung sebanyak 31 persen dan dari kanker hingga 25 persen. Secara keseluruhan, sayuran lebih memberikan manfaat kesehatan daripada buah. Setiap porsi harian sayuran segar mengurangi risiko kematian 16 persen, dibandingkan dengan 13 persen per porsi salad, dan 4 persen per porsi buah segar. Sementara itu, tidak ada manfaat kesehatan yang signifikan dari jus buah.

Sumber : health.kompas.com & berbagai sumber

Advertisement

> KOMENTAR SPAM & LINK AKTIF TIDAK AKAN DITAMPILKAN

Click to comment