-->

Dibalik Rasanya Yang Pahit, Manfaat Pare Ternyata Sangat Manis!

Advertisement

Dibalik Rasa Pahit Pare Mengandung Manfaat untuk Kesehatan dan Obat Penyakit - Manfaat pare telah dikenal lama di berbagai negara Asia dan Afrika. Selain diolah menjadi jamu, buah dengan rasa pahit yang kuat ini juga biasa menjadi teman menyantap nasi. 

Karena memiliki riwayat dianggap sebagai penyembuh sejak lama, banyak penelitian dilakukan untuk membuktikan manfaat pare bagi kesehatan. Pare sendiri kaya akan berbagai senyawa kompleks. Aneka vitamin, mencakup A, B1, B2, B3, B5, B6, B9 atau asam folat, C, E, dan K ada di dalam buah ini.

Mineral lain yang terkandung di dalam buah yang bernama Inggris bitter melon ini adalah kalium, kalsium, seng, magnesium, fosfor, dan zat besi. Buah ini juga merupakan sumber serat yang baik. Dari segi medis, berbagai penelitian menyoroti sifat antioksidan yang tinggi terkait fenol, flavonoid, isoflavon, anthroquinone, dan glucosinolates yang dimilikinya.

Dibalik Rasanya Yang Pahit Manfaat Pare Ternyata Sangat Manis

Di bawah ini adalah beberapa potensi manfaat pare atau buah dengan nama latin Momordica charantia ini untuk kesehatan dan obat herbal.

Obat Diabetes

Bagi para penderita diabetes, mengonsumsi pare mungkin bisa membantu mengelola penyakit yang diderita. Hal ini sangat mungkin mengingat pare mengandung charantin, vicine, dan polipeptida-p yang merupakan zat aktif antidiabetes.

Salah satu fungsi charantin adalah menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh. Sementara itu, polipeptida-p dikenal sebagai senyawa yang menyerupai insulin. Ketiga zat di atas memiliki efek untuk membantu tubuh mengurangi kadar gula darah baik saat bekerja sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

Kandungan pare yang penting lainnya bagi penderita diabetes adalah lektin. Senyawa ini mampu membantu mengurangi konsentrasi glukosa darah dengan cara menekan nafsu makan. Lektin mungkin menjadi faktor utama yang membuat seseorang mendapatkan efek hipoglikemik setelah mengonsumsi pare.

Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui dengan pasti bagaimana pare bisa membantu penderita diabetes. Sebagaimana diungkapkan oleh sebuah organisasi kanker ternama bahwa pare belum bisa menggantikan obat yang digunakan untuk terapi insulin atau pengobatan hipoglikemik.

Melawan sel kanker

Salah satu dugaan manfaat pare lainnya terkait dengan kemampuannya dalam melawan sel-sel kanker. Sebuah tinjauan penelitian mengungkapkan bahwa kemungkinan potensi sebagai antioksidan dan antimutagen dari pare muncul berkat kandungan senyawa fenolik yang dimilikinya. Tinjauan tersebut juga mengungkapkan bahwa pare memiliki sifat antikarsinogenik dan berpotensi digunakan sebagai agen sitoksik (membunuh) terhadap berbagai jenis kanker, sebagai contohnya adalah menghambat pertumbuhan sel kanker payudara pada sebuah penelitian di laboratorium.

Penelitian lain juga mengungkapkan kemungkinan potensi pare untuk digunakan sebagai obat kanker prostat. Studi yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan bahwa ekstrak pare berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker prostat. Bukan itu saja, penelitian lain yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa jus pare menunjukkan manfaat melawan sel kanker pankreas.

Sebagai Antibakteri dan Antivirus HIV

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus mungkin bisa diatasi dengan mengonsumsi pare sebagaimana diungkap dalam sebuah tinjauan penelitian. Ekstrak pare menurut tinjuan tersebut bisa digunakan sebagai agen antibakteri sehingga efektif melawan infeksi yang disebabkan oleh berbagai bakteri, seperti Escherichia coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, Staphylococcus, Pseudomonas, dan Streptobaccilus.

Berdasarkan tinjauan penelitian tersebut, pare juga bisa bertindak sebagai antivirus. Sebagai antivirus, kemampuan pare diduga sebagai perangsang sistem kekebalan tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara mengaktifkan sel-sel pembunuh virus alami dalam tubuh. Beberapa virus yang mungkin bisa diatasi buah pare, antara lain spot syndrome virus dan human immunodeficiency virus (HIV).

Yang penting yang harus diketahui bahwa potensi pare untuk pencegahan terhadap kanker, HIV, dan AIDS belum ada studi klinis pada manusia. Demikian pula untuk peran pare sebagai pengobatan infeksi, riset masih terbatas pada studi yang dilakukan pada binatang. Artinya, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan manfaat pare terhadap hal-hal di atas.

Berkat teknik memasak yang apik, pare tidak lagi terasa terlalu pahit. Jadi kini tidak perlu enggan lagi untuk mencoba menu masakan yang menggunakan pare di rumah. Ayo, raih manfaat pare dari sekarang!

Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Fokus Keywords :

Related : Dibalik Rasanya Yang Pahit, Manfaat Pare Ternyata Sangat Manis!

0 komentar:

Post a Comment

> KOMENTAR SPAM & LINK AKTIF TIDAK AKAN DITAMPILKAN

Advertiser