Mati Lampu Jakarta, yang Lahir Tahun 80an Pasti Kangen Zaman Dulu

Mati lampu Jakarta, Banten dan sekitarnya baru baru ini jadi trending topik, tak hanya di Google trend tapi di media sosial pun ramai jadi omongan para netizen. 

Mati lampu ini memang jadi yang terparah dan yang terlama saat ini. Padahal sebelumnya belum pernah terjadi hal seperti ini. Dan katanya nih, peristiwa ini jadi sorotan sejumlah media asing loh..

Tidak hanya di Jakarta, sejumlah daerah seperi Banten, Jawa Barat, Cirebon, dan Bandung juga merasakan dampak yang sama.

Mati Lampu Jakarta, yang Lahir Tahun 80an Pasti Kangen Zaman Dulu
Ilustrasi gambar: baltyra.com

Dibalik peristiwa mati lampu ini, ternyata ada hikmahnya juga loh. Apa lagi buat kalian yang lahir di tahun 80an.

Suasana gelap gulita tak ada lampu atau listrik ini pasti bikin kalian kangen kampung dan zaman dulu. 

Ya, zaman dulu sebelum listrik masuk desa, di malam hari pasti gelap gulita. Tapi uniknya, zaman dulu tetap ramai meskipun tidak seterang saat ini.

Mati listrik jadi momen paling bahagia buat anak-anak yang ngaji di masjid. Kalian juga pasti pernah ngerasain kan?

Anak-anak zaman dulu biasanya melampiaskannya dengan berkumpul dan bermain bersama. Permainannya pun gak seperti permainan anak-anak zaman now. Maen gadget sambil ngumpul dan sibuk sendiri-sendiri. Permainan jadul yang sering dimainkan pada era listrik belum masuk desanya biasa seperti main petak umpet dan permainan kejar-kejaran. Wah, pokoknya makin kangen deh...

Gak cuma anak-anak aja yang senengnya minta ampun. Di jaman belum ada listrik dikampung bapak-bapak dan para orang tua juga tetep bahagia kok. Meskipun di malam hari gak seterang saat ini.

Para orang tua biasa ngumpul di tempat, atau dirumah-rumah sambil minum teh tubruk, atau kopi yang dibuat sendiri. Dan cemilannya pun sangat lezat karena bukan beli online dan dikirim sama babang ojol, tapi hasil panen sendiri. Seperti singkong bakar, singkong goreng, ubi goreng, jagung rebus, jagung bakar, dan jajanan-jajanan kampung yng bikin selalu rindu.

Kalian juga pasti punya cerita seru sendiri yang tentang bagaimana kampjng halaman kalian saat belum ada listrik atau saat listrik mati seperti saat ini.

Dan kalau diingat-inget lagi, kondisi saat ini pasti bikin kalian kangen zaman dulu kan?

Biarpun gak ada internet, tapi tetep seneng, selalu ramai walau gelap, selalu bisa ngumpul walau jauh dan masih banyak lagi hal-hal seru tentang cerita zaman dulu.

Bahkan, saya masih inget betul saat penerangan zaman dulu pakai lampu minyak tanah. 

Biasanya bokap selalu nyuruh buat beli minyak tanah pakai jerigen yang jarak tempuhnya itu hampir 1 kilo. Dan belinya jalan kaki karena gak punya motor.

Dulu dikampung gak ada motor seperti sekarang. Punya sepeda aja udah mewah. Apalagi punya motor. Udah disebut orang kaya raya sama penduduk kampung.

Seinget saya, lampu teplok, atau ublik (bahasa kampung untuk sebutan lampu yang di tempel di dinding) yang selalu dipakai dirumah. Dan pernah juga pakai lampu petromak (bahasa kampung), tapi biasa dipakai kalau pas ada acara ngumpul-ngumpul, hajatan, yasinan dan acara-acara besar lainnya.

Wah pokoknya zaman dulu bikin kangen dah....

Itu si cerita saya. Tulisan ini terinspirasi gara-gara listrik mati dari tadi siang di Banten, Jakarta dan sekitarnya. 

Dari informasi yang saya himpun dari berbagai sumber situs berita, belum ada kejelasan sampai kapan listrik akan nyala kembali. So, dibalik kejadian ini ternyata banyak juga hikmahnya.

Salah satunya yang tinggal di komplek atau perumahan. Semua anak-anak, orang tua keluar rumah. Anak-anak pada main didepan rumah. Bapak-bapak dan orang tua juga sama. Berkumpul, minum kopi dan ngobrol bareng.

So, apa ceritamu.....??

> KOMENTAR SPAM & LINK AKTIF TIDAK AKAN DITAMPILKAN
EmoticonEmoticon